SUARASASTRA - Cerpen Tentang Cinta dan Persahabatan - Teman - teman yang berbahagia, pada kali ini SUARA SASTRA akan kembali berbagi sebuah Cerita pendek yang sering kita kita kenal dengan cerpen. Sebagian orang mengatakan bahwa cinta itu bisa datang kapan saja, terkadang membuat hati bingung karena harus memilih antara cinta dan sahabat.
Desem. Headline, Resensi, Sastra. Istimewa. Antara sahabat, kasih sayang dan cinta menyatu dalam dilema. Ketika seseorang menjadikan sahabatnya tempat curahan hati, sandaran untuk mengeluarkan keluh kesah sulitnya kehidupan, pendidikan, hingga problema asrama, maka sahabatnya pun harus selalu ada. Namun, apa jadinya jika sahabatnya
Browse» Home » Cinta , Persahabatan » Cerpen Persahabatan - Persahabatan Yang Hancur Karena Cinta. Karya RUM NADIA HAFIFI. Cinta itu memang kadang membuat orang lupa akan segalanya. Karena cinta kita relakan apapun yang kita miliki. Bagi kaum wanita mencintai itu lebih baik daripada dicintai. Jangan terlalu mengharapkan sesorang yang belum
Fast Money. Cerpen Karangan SelawatiKategori Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja Lolos moderasi pada 6 May 2019 Cinta itu bisa datang kapan saja, terkadang hati ini bingung untuk memilih cinta ataupun persahabatan. Banyak orang lebih memilih orang yang dicintainya dibandingkan memilih sahabat. Cinta juga bisa membutakan seseorang. Sehingga pertengkaran timbul ketika cinta itu datang dan merusak sebuah persahabatan. Tapi tidak dengan gue dan berbeda dari kisah-kisah sebelumnya. Nama gue Renata, gue biasa dipanggil Rere oleh teman-teman sekelas gue. Gue mempunyai seorang sahabat yang bernama Tisya. Kita bersahabat sejak memulai masuk sma, kita selalu akur, mengerjakan tugas bersama, jalan bareng, dan dari sekian perjalanan mengenai persahabatan kita, gue dengan Tisya gak pernah berantem sama sekali. Eemmm selain Tisya ada juga Andra, dia juga sahabat gue sama seperti Tisya tapi bedanya Tisya itu perempuan dan Andra itu laki-laki, hehee. Sejak masuk sma Andra itu sudah menyimpan rasa sama gue, tapiii gue belum bisa mempunyai rasa yang sama seperti Andra. Berbagai cara yang Andra lakukan demi merebut hati gue, sayangnya hati ini telah dicuri oleh seseorang yang belum lama gue kenal. Gue tau dia memang enggak menyukai gue, tapi mengapa hati ini selalu tertuju padanya dan akhirnya gue lebih mengetahui siapa yang lebih pantas ada di dalam hati ini. Waktu itu, Bel sekolah berbunyi, hari ini adalah hari senin saatnya jadwal Upacara di sekolah. “Yuuu Tis kita ke lapangan hari ini kan upacara!” “Ayu, tapi makanan gue belum abis re” sambil menyuapkan nasi besera lauknya dari tempat nasinya “ya ampun loe mah mah makan mulu kerjaanya Tis” sambil merasa gelisah takut telat berbaris Tisya langsung membereskan makanan dan minumannya. Lalu gue menarik tangan Tisya hendak berjalan menuju lapangan. Dikarenakan kelas gue ada di lantai 3, gue jalan cepat dengan terburu-buru. Huhhhh untung saja upacara belum di mulai, gue dan Tisya kali ini berkesempatan ada di barisan depan. Dari lapangan terlihat seorang anak laki-laki yang belum gue kenal namanya, dari situ timbulah rasa penasaran gue dan akhirnya gue bertanya dengan cowok yang ada di sebelah gue. “Hey, itu siapa ya? kayanya baru liat gue!” “Enggak tau, anak baru kali” Tisya ikut-ikutan penasaran dan Tisya menyolek sambil berbisik-bisik kepada gue. “Re, itu siapa sih? Lu kenal sama dia?” “Enggak!” “Ganteng yaaa?” sambil senyum-senyum gitu sih ngomongnya “apaan sih Tis! biasa ajah kali!” Tanpa disadari ternyata kepala sekolah melihat kita berdua sedang ngobrol dan akhirnya gue diperintahkan untuk menjadi protokol. Sesampai di depan mic dan berhadapan dengan siswa/siswa sekolah gue, lagi-lagi gue melihat cowok yang barusan aja diomongin sama Tisya. Emang ya gak bisa dipungkiri ternyata emang tuh cowok ganteng banget. Upacara pun siap dimulai, gue langsung membacakan “Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, Hari… Tanggal… Tahun… siap di mulai” Tidak lama kemudian… Upacarapun telah selesai, barisan dibubarkan dan semua murid masuk ke kelas masing-masing. Ketika gue hendak naik anak tangga, tidak sengaja gue terpeleset dan jatuh. Malu banget rasanya, ingin memanggil Tisya tapi tiba-tiba suara ini jadi serek. Ketika ingin bangun, gue melihat uluran tangan seseorang yang ingin membantu gue bangun dan ternyata… dia lagi, dia lagi. Tapi yaudahlah gak papa dari pada gue tolak niat baik anak baru itu. Aduhhhh, ternyata Tisya melihat gue, gue jadi malu sama Tisya dan anak baru itu. Karena itu Tisya jadi balik lagi ke tempat dimana gue jatuh tadi, dan menarik tangan gue. “Loe tuh kecentilan banget sih?” “Apaan si? orang gue jatuh terus dia nolongin gue, abis gue udah manggil loe, loe malah gak denger!” Suasana kelas masih ramai dikarenakan guru belum masuk ke kelas, tapi suasana itu berubah menjadi sepi ketika Pak Joko datang dengan membawa anak baru. Gue sedang menunduk, tapi Tisya tiba-tiba agak rempong dan mulai membicarakan hal itu lagi. “Re, re, re, rereeeeeeee!” sambil menyolek pundak gue “Apaan sih tis?” dan gue langsung menengok ke arah Pak Joko, lagi-lagi gue tersipu malu saat melihat anak baru itu lagi, tapi di sisi lain Tisya yang malah menjadi salah tingkah ketika melihat anak baru itu. Lalu anak baru itu memperkenalkan dirinya di depan kelas, ternyata namanya adalah Danar. Ketika ia sudah memperkenalkan dirinya, Pak Joko menyuruhnya duduk di samping gue. Eeemmm inimah namanya “Pucuk dicinta, ulam pun tiba” gue hanya bisa tertawa di dalam hati saja. Danar tersenyum ketika melihat gue, dan gue membalas senyuman Danar. Huhhhh ternyata ketika gue melihat ke arah Tisya, Tisya sedang senyum-senyum dengan Danar itu tandanya Danar gak tersenyum sama gue, tapi sama Tisya. “Yaudah lah gak papa” Bel istirahatpun berbunyi, Tisya istirahat di kelas sedangkan gue diajak ke kantin oleh Andra “Re, jajan yuu!” “Bentar yaa ndra, gue mau ngajak Danar ke kantin juga!” Danar yang masih sibuk menulis, belum juga beranjak ingin pergi ke kantin Akhirnya gue ke kantin hanya berdua dengan Andra, yaa di karenakan Danar enggak mau diajak ke kantin bareng gue. Ketika gue hendak makan di kantin dengan Andra tiba-tiba gue melihat Danar yang sedang ingin memesan makanan di kantin bersama Tisya. Dan gue pun langsung menghampiri mereka berdua. “Tis, loe bukannya bawa makan yaa?” “yaa emank, gue ke sini cuma mau nganterin Danar kok!” Langsung saja gue mengajak Danar makan satu meja dengan gue dan Andra, sedangkan Tisya dia hanya memesan minuman saja. “Tadi, kenapa gak barengan ajah ke kantinnya bareng… gue!” “Yaa tadi kan gue masih nulis, gak bagus juga kalo menunda-nunda pekerjaan!“ Andra malah pura-pura batuk ketika melihat gue dengan Danar ngobrol. Setelah semua makanan sudah habis Danar mulai menanyakan hal-hal yang belum Danar ketahui. “Oh yaa, gue kan belum tau nama kalian, kecuali Tisya udah kenal!” Sambil tersenyum kepada Tisya dan Tisya membalas senyuman Danar. Gue memperkenalkan nama gue ke Danar dengan gaya yang sok kenal sok deket gitu deh. Selanjutnya Andra yang memperkenalkan diri kepada Danar dan Andra menjelaskan bahwa kita bertiga bersahabat sejak kita masuk sma. Kata Andra, “Kecuali kalo Rere mau jadi pacar gue, baru statusnya berubah!” “Apaan sih Andra?” gue sambil mencubit pinggang Andra Sedangkan Danar dan Tisya hanya tertawa ajah, dan sejak itulah Danar mulai bergabung dan mulai menjalin pertemanan dengan kita bertiga Ketika pulang sekolah gue jadi ngerasa gak mood dan ingin pulang sendirian. Tapi Andra ngajak gue pulang bareng naik motornya. Andra memaksa dan mengejar-ngejar gue, tapi tetap gue lebih memilih pulang sendirian dan Andra menuruti apa kata gue. Dari kejauhan Tisya memanggil gue, gue pura-pura gak denger dan jalan terus, tidak lama kemudian Tisya menghampiri “Re, gue panggil juga!” Gue hanya diam saja, Tisya bertanya-tanya dan gue hanya menjawab “Gue lagi gak mood Tis, ngerti kan?” Lalu Tisya bertanya kepada Andra tapi Andra tidak mengetahuinya. Danar memanggil Tisya dari belakang dan mengajak Tisya pulang bareng. Berhubung rumah Tisya dan Danar gangnya agak berdekatan, Tisya mau. Eemmm karena sebelumnya mereka telah bertanya-tanya. Gue menengok ke belakang, mood ini pun semakin berkurang, gue memutuskan untuk lari dari mereka. Saat di rumah entah mengapa gue selalu teringat Danar, tapi sedikit kesal saat teringat Tisya dekat dengan Danar. Terdengar dari ruang kamar ada yang mengetuk-ngetuk pintu rumah gue “tok, tok, tok! Assalamualaikum Rere” “waalaikum sallam!” Saat gue membukakan pintu, ternyata Tisya dan dan Andra yang datang ke rumah. Mereka sudah berganti pakaian dan mereka menanyakan hal yang di sekolah tadi. Gue pura-pura menyimpan semuanya akhirnya gue dan Tisya seperti biasa lagi, kita memulai canda tawa lagi, tapi Tisya menanyakan sesuatu. “Apa jangan-jangan tadi loe gak mood gara-gara gue deket sama Danar?” “Enggak lah, apaan sih?” gue mendorong pundak Tisya dan sambil tertawa dan seolah tidak ada apa-apa. “Sudah, sudah!” Andra ikut berbicara “Gimana kalo kita rayain persahabatan kita ini, kita makan, nonton atau apa kemana gitu?” “Eemmm boleh, tapi ajak Danar ya?” sahut gue “boleh…!” jawab Tisya Sepulang sekolah kita sudah merencanakan untuk pergi nonton, dan kebetulan ada film yang gue suka pemainnya. Pulang kerumah, berganti pakain, dan cussss otw nonton. Sebelum pulang sekolah gue dan temen-temen sepakat untuk ketemuan di taman dekat rumah gue. Tidak sesuai rencana, yang tadinya kita berempat sepakat untuk naik angkot, tapi Danar malah membawa motor dan membonceng Tisya. “Aduh, lagi-lagi Tisya sama Danar”. Tidak lama kemudian Andra datang dan membawa motor juga, Andra turun dan menjelaskan semuanya, sebelum gue marah duluan. “Re, maaf ya! gak sesuai kesepakatan. Tadi Danar nelpon gue katanya kita naik motor ajah, ya udah akhirnya gue bawa motor deh!” “ya udah, ya udah… terserah kalian ajah deh!” Dengan sangat berat hati, Danar membonceng Tisya dan Andra udah pasti membonceng gue. Rasa iri, kesal, sakit hati, bercampur jadi satu. Cuma bisa diam saat melihat mereka berdua. Ketika hendak beli tiket, yang yang mengumpulkan uangnya jadi satu agar Andra saja yang membelikan tiket, tapi gue gak dimintain uang tiket oleh Andra, malah dibayarin sama dia bahkan Andra membelikan gue pop corn dan minuman buat gw “Begitu baiknya hati Andra” dalam hati, gue berucap. Sementara Danar dan Tisya, dia malah asik ngobrol berdua dan gue malah diabaikan. Ya udahlah, gak papa untuk kesekian kalinya. Kita berempat akhirnya masuk dan duduk. Gue bersebelahan Andra dan Tisya bersebelahan Danar. Film sudah dimulai, ketika gue tertawa saat sedang menonton, Andra menengok kearah gue sambil tersenyum, dan gue membalas senyuman Andra. 2 jam sudah terlewatkan, film pun sudah selesai Kita berempat siap-siap untuk pulang, Danar mengajak kami untuk makan dulu sebelum pulang tapi gue menolak dan ingin langsung pulang saja. Di tengah jalan kita berempat terpisah, motor Andra belok kanan dan Danar belok kiri. Gue bilang ke Andra agar mengendarai motornya agak cepat, karena ingin buru-buru sampai rumah dan menyendiri. Akhirnya sampai juga, tapi Andra bertanya penasaran karena gue yang suka tiba-tiba hilang semangat. “Loe kenapa sih re? suka jadi gak semangat gitu?” Karena Andra bertanya seperti itu, gue mengajak Andra untuk duduk dulu di taman dan menceritakan semuanya dengan Andra mengenai apa yang gue rasa saat di depan Danar dan betapa irinya gue saat melihat Danar dekat-dekat dengan Tisya. Tiba-tiba kepala gue pusing, dan gue memberhentikan pembicaraan dan gue istirahat di rumah. Dering handphone gue berbunyi, ternyata Tisya yang menelepon gue. “Ada apa ya Tisya menelepon?” gue bertanya-tanya sendiri dan langsung mengangkat telepon dari Tisya “Halo, iyaa Tis kenapa?” “Re pokonya hari ini gue seneng banget, to the point ajah ya re!” Tisya menceritakan bahwa Danar mengungkapkan bahwa ia menyukai Tisya sejak pandangan pertama dan akhirnya mereka jadian. Dengan rasa kaget gue langsung menutup pembicaraan di telepon dengan Tisya. Kepala ini semakin pusing ketika mendengar pembicaraan itu dan gue jadi merasa tidak enak badan. Ketika di sekolah, “Danar, Andra! rere ke mana ya? apa dia gak masuk hari ini?” Andra menarik tangan Tisya dan membicarakan semuanya tentang apa yang kemarin gue ceritakan kepada Andra. Tisya merasa kaget ketika sudah mendengar semuanya. Gue yang masih di kamar dengan ditemani selimut tebal dan masih terbaring dengan lemas mendengar pintu depan ada yang mengetuk-ngetuk, adik gue yang membukakan pintunya. Ternyata Danar, Andra dan Tisya yang masih memakai seragam sekolah. Membuka pintu kamar, masuk dan Tisya langsung memeluk gue. Tisya menangis dan merasa menyesal karena sudah menerima Danar sebagai pacarnya. Tisya menceritakan bahwa ia telah mengetahui apa yang gue rasakan sebenarnya melalui Andra. Gue mengusap air mata Tisya lalu Tisya mengatakan sesuatu. “Kenapa loe gak bilang dari dulu sih, re? kalo lu itu sebenernya…!” gue langsung memberhentikan perkataan Tisya “Udah Tis, gue rela ko demi sahabat gue! dan gue gak mau kalo Cuma gara-gara Danar persahabatan kita hancur?” “Apaa gue harus mutusin Danar, demi loe?” Tisya yang ingin bangun mengahampiri Danar tapi gue menahan tangan Tisya dan gue bilang “gak perlu Tis!” “Tapi re?” Andra yang tadinya ada di dekat gue, tiba-tiba terlihat ingin keluar dan sepertinya ingin menyendiri tapi gue langsung memanggil Andra. Gue memaksakan diri untuk menghampiri Andra, gue minta maaf kepada Andra, gue sadar selama ini perhatian Andra ke gue itu melebihi kepada seorang sahabat. Dan sekarang gue tau siapa yang pantas ada di hati gue, Andra tersenyum dan menjadi salah tingkah. Tapi, gue gak mau jadi pacar Andra sekarang, melainkan kalo udah lulus sma nanti. Dan Andra juga berjanji bahwa ia akan selalu setia untuk nungguin gue. THE END Cerpen Karangan selawati Blog / Facebook sellawatie[-at-] Nama Selawati TTL Bogor, 18 Maret 1997 Agama Islam Alamat kp. Pabuaran rt 02/11 Bojonggede Bogor Hobi Menulis Cerpen Antara Cinta dan Persahabatan merupakan cerita pendek karangan Selawati, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Belum Ada Judul Oleh Ati Santika S “Ck!” Sheira berdecak kesal sambil merebahkan dirinya ke ranjang. “Menyebalkan!” sambungnya, lalu menyimpan hp miliknya di atas bantal. “Kenapa lo kak?” ucap adik kembarnya, Tessa, yang sedang mengobrak-abrik lemari. Gerobak Dangdut Cinta Oleh Muhammad Rifki Suasana malam sudah mulai mencekam, lolongan anjing pun menambah kemistikan malam ini. Perkenalkan sebelumnya, nama gue Ricky ini kisah gue dan dua orang teman gue Darko dan Tomy, kita Trap On Trip Part 3 Oleh Al iz Kusuma Haaaahhh… Aku merebahkan diri pada hamparan pasir berbisik. Melihat sekitar yang masih tampak gelap gulita mengingatkanku pada sesuatu. Apa seperti ini ya padang mahsyar itu? Akhirnya dengan kekecewaan yang Hal Hal Terhorror Di Sekitarmu Oleh M Fauza Hanafi Aku menyilangkan kaki di sebuah cafe tak jauh dari tempat tinggalku. Di hadapanku seorang siswa SMA dan di sebelahku ada seorang siswa SMP. “Jadi..?” “Sehorror apa kisah lu?” tanyaku Aku Tak Butuh Jabatan Oleh Tsania Alfiina Firdaus Aku tak mengerti apa yang terjadi pada diriku. Apa yang membuatku salah di mata mereka sehingga aku harus dijauhi tanpa alasan yang jelas. Aku merasa sedih yang teramat, jiwaku “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Cerpen Karangan Merry AdcKategori Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan Lolos moderasi pada 11 November 2017 Semenjak kejadian itu, fanny belum bisa ngobrol sama lisa, dia masih sangat kecewa sama lisa dan menggap lisa lah penyebab andre menolak dia, dan lisa sangat dilema, antara bahagia karena andre mulai dekat dengannya atau memilih sahabatnya… “hey lis? Kenapa lo gak ke ruang musik lagi?” Tanya andre yang datang dan duduk di samping lisa. “elo sebaiknya menjauhi gue ndre…” Ucap lisa. “menjauhi lo? Kenapa?” Tanya andre bingung. “gue gak mau fanny salah paham lagi ke gue, dia anggap gue lah penyebab elo nolak dia waktu itu.” Jelas lisa menahan air matanya. “fanny? Lis, gue nolak dia karena gue gak suka sama dia… Dan gue sudah anggap dia seperti sahabat gue sendiri…” ucap andre dengan memegang tanga lisa. “tapi itu yang dianggap fanny ke gue, gue gak bisa lihat sahabat gue sedih ndre, gue harap elo menjauh dari gue dan tolong jangan gangu gue lagi…” ucap lisa dan lagsung pergi. Lisa sangat terpukul, dia sangat sedih karena harus menjauhi orang yang paling dia sayang, tapi dia juga sangat menyayangi sahabatnya, dia tidak mau fanny terus menerus membenci dirinya. Dan lagi, lisa hanya bisa menuangkan perasaannya di buku hariannya. Semua hal dia tuliskan di situ. Dari kejadian itu fanny melihat tingkah lisa yang menjauhi andre, amel juga demikian. “elo lihat kan fan? Lisa gak mungkin rebut andre dari lo?” ucap amel. “apa gue yah yang salah, dan.. iya mel gue harus minta maaf ke lisa, gue sudah salah paham ke dia.” Ucap fanny. “lisa…” pangil fanny. “fanny amel?” ucap lisa yang sudah selesai menulis. “cha, gue minta maaf yah, gue gak bermaksud marah sama lo…” ucap fanny di depan lisa. “gue ngerti kok fann, gue juga minta maaf ke elo yah…” kata lisa dan memeluk kedua sahabatnya itu. Akhirnya hubungan persahabatn mereka memmbaik, tapi luka di hati lisa masih sangat perih, dia harus membuang jauh jauh perasaaannya ke andre demi sahabatnya dengan fanny. Mencintai andre diam diam itu lebih baik daripada dia harus melihat sahabatnya terluka. “lisa tunggu…” pangil andre menghentikan langkah lis. “apa salah gue lis, sampe elo menjauhi gue? Dan kenapa elo gak bernyanyi lagi di ruang musik?” ucap anndre. “gue kan sudah bialng sama elo? Jangan gangu gue lagi, dan tolong ndre, gue gak mau fanny salah paham lagi sama gue.” Ucap lisa dan pergi meninggalkan andre, “lisa tunggu,” pangil andre lagi. “hari ini gue akan terima cintanya fanny… Dan gue harap elo bisa senang karena ini,” ucap andre di belakang lisa. lisa tetap berdiri di situ dan menangis tanpa bersuara mendengar ucapan andre barusan. “gue turut bahagia atas lo ndre…” ucap lisa tanpa melihat andre dan langsung pergi. Hati keduanya sangat hancur, andre sebenarnya juga mencintai lisa, tapi dia tak bisa mengungkapkannya, dia hanya bisa menerima cintanya fanny, agar lisa tak menjauhinya lagi. “fann apa elo masih mau jadi pacar gue? Maksud gue apa perasaan lo belum berubah?” Tanya andre mendadak di depan fanny. “apaa? Gue gak salah dengar? Elo terima cinta gue? Guee…” dengan senangnya fanny langsung memeluk andre. “elo tau gak ndre, ini hari paling membahagiakan buat gue, terima kasih ndre…” ucap fanny lagi. Akhirnya fanny dan andre resmi jadian, walaupuan sebenarnya hati andre hanya untuk lisa, dan demi kebahagiaan lisa, andre menerima cinta fanny. “guyysss gue seneng banget…” ucap fanny ke lisa dan amel. “hmm kemarin sedih banget sekarang senang banget, kenapa sih lo fan?” Tanya amel. Sebenarnya lisa sudah tau kenapa fanny sangat senag hari itu. “andre sekarang resmi jadi pacar gue.” Tegas fanny. “what? Andre jadi pacar elo? Kok bisa?” Tanya amel yang masih belum percaya. “iya mel semalam itu andre ngajak gue dinner dan dia terima cinta gue.” Ucap fanny. “jadi benar, kalau andre akan terima cintanya fanny.. jadi andre gak main main sama ucapnya kemarin…” batin lisa. “dan gue yakin skrang lis, elo sahabat terbaik gue, dang a mungkin khianatin gue.” Sambung fanny memeluk lisa dan amel. “gue turut bahagia yah fan,..” ucap lisa menembunyikan sedihnya. “slamat yah, elo sekarang jadian sama fanny, terima kasih lo sudah buat fanny bahagia.” Ucap lisa tiba tiba di depan andre, di taman kampus. “itu kan yang lo mau? Dan gue harap lo gak menjauhi gue lagi dengan alasan fanny.” Jawab andre. “kalian di sini, sayang…” ucap fanny yang datang bersama amel. “fanny?” ucap andre balik. “ohh yah sayang, kita ke kantin yuk..” ajak fanny, dan mereka pun pergi meninggalkan amel dan juga lisa. “lis… elo gak papa kan?” Tanya amel. “haaa, enggak kok, kenapa sih? Mereka memang pasangan yang cocok yah?” ucap lisa menahan tangisannya. “ehmm gue sebenarnya sudah tau kok lis, perasaan lo ke andre gimana? Dan perasaan andre ke lo itu gimana?” ucap amel ke lisa. “maksud lo apaan sih mel…” Tanya lisa yang bingung dengan ucapan amel. “benny sudah cerita semuanya ke gue, andre sangat mencintai lo dari kita masih SMA dulu lis, tapi andre takut ungkapin semuanya ke elo. Dan sorry lis, beberapa waktu yang lalu gue tanpa sengaja nemu buku harian lo? Elo masih ingat kan gue balikin buku harian elo tempo hari? Di situ tanpa sengaja gue baca semuanya lis, sorry tapi dari situ gue tau perasaan lo eke andre, tapi elo memang hebat lis, lo bisa tegar di hadapan fanny dan andre demi perasaan fanny, elo memang sahabat yang baik…” Ucap amel, menceritakan semua yang dia ketahui. Lisa tak mampu lagi menahan air matanya, semua dicurahkan di depan amel, dia tak bisa lagi mengucapkan apa apa, aira matanya cukup mewakili perasaannya saat itu. “mungkin ini memang jalannya mel, gue mohon ke elo, jangan lo ceritakan semuanya ke fanny, gue gak mau dia marah lagi ke gue, dan andre, gue akan coba melupakan dia..” ucap lisa, “gue janji lis…” Ucap amel. Hari hari lisa lewati dengan melihat fanny dan andre, perasaan sakitnya tak mampu dia tahan, namun di sisinya selalu ada amel yang memberikan dukungan… “lisa, tunggu…” Panggil andre. “ada apa lagi ndre…?” Tanya lisa. “gue kan sudah bialng, tolong jauhi gue…” Ucap lisa lagi. Dengan refleks andre langsung memeluk lisa, tanpa berucap apa apa lisa menahan tangisnya lagi. “aku mohon lis, kamu jangan siksa aku lagi, kamu orang yang aku sayang, kamu orang yang selama ini aku cintai,” ucap andre dengan tetap memeluk lisa. Lisa menolak pelukan andre, tapi pelukan itu sangat erat, membuat lisa hanya bisa diam dan menangis, dari sisi lain ada fanny di sana, fanny sudah mendengar semua ucapan andre, fanny hanya bisa diam melihat semua itu. “aku mohon ndre, lepasin gue… Dia antara kita sudah ada fanny, gue gak mau fanny sakit hati lagi, fanny sangat mencintai lo ndre, gue mohon lepasin gue…” pintah lisa. Andre pun melepaskan pelukan lisa. Dan fanny tetap berada di sana. “tapi gue gak mencintai fanny, dari awal gue sangat mencintai elo lis… fanny… fanny hanya alasan supaya elo gak menjauhi gue, dia alasan supaya gue bisa terus bersama lo… gue mohon lis, plis… Jangan siksa perasaan gue lagi.. gue juga yakin, kalau elo juga suka sama gue kan…?” ucap andre di hadapan lisa… “PPPrraaaKK” Dengan reflex lisa menampar andre. “lo salah ndre, gue gak pernah suka sama lo, gue gak pernah ada rasa sama lo, dan gue…” ucap lisa dengan perasaan terbalik dengan ucapannya. “tatap mata gue dan bilang, elo gak sayang sama gue, bilang lis, bilang…” ucap andre memegang tangan lisa. “stop ndre, stop. Gue mohon sama lo, pergi dari kehidupan gue…” Ucap lisa lagi. “ok, gue akan pergi gue akan pergi dari hidup lo…” Ucap andre melepaskan tangannya dan pergi dari hadapan lisa. Lisa hanya bisa terjatuh di lantai dan menangis, di sisi lain dia tak ingin membiarkan andre pergi tapi di sisi lain dia tak mau sahabatnya sedih dan sakit hati.. Dari balik lisa, ada fanny juga di sana, yang ikut menagis, tapi tak berani tampil di depan lisa… “sahabat macam apa aku ini? Tak bisa mengerti sahabatnya sendiri… maafin aku lis, maafin aku…” Batin fanny. “aku memang sahabat yang egois, dari awal kamu rela menyembunyikan perasaan kamu demi aku lis, tapi aku? Aku sangat jahat sama kamu…” Ucap fanny lagi dalam hatinnya. Andre! Malam itu juga mengajak fanny buat ketemuan membicarakan hubungan mereka. “fan, gue minta maaf sebelumnya…” ucap andre membuka pembicaraaan. “gue sudah tau semuannya kok ndre, gue yang harusnnya minta maaf, karena gue sudah sangat egois dengan perasaan lo sama lisa. Gue sudah tau semuannya, kemarin gue denger semuanya, apa yang lo dan lisa ributkan. Gue memang bukan sahabat yang baik. Dan gue juga sudah memaksakan perasaan lo ndre…” ucap lisa menjelaskan ke andre.. “jadi elo…?” ucap andre algi. “iya, gue tau tujuan elo? lo mau putusin gue kan malam ini? Ehhh tapi sorry ndre gue patang diputusin cowok, jadi! Malam ini elo yang gue putusin… kita putus ndre…” Ucap fanny dengan tertawa namun masih ada air mata di pipinya.. “hahhaa, elo tuh yah… Hahah” sambung andre dengan ikut tertawa. “kita memang lebih cocok jadi teman, dan terima kasih yah, keinginan gue buat jadi pacar lo sudah terpenuhi, walaupun singkat sih hehehe” ucap fanny karena sudah sangat lega. “iya, maafin gue yah…” Ucap andre memeluk fanny. “sekarang gue ikhlasin lo buat sahabat terbaik gue lisa, gue jaga dia yah, dia cewek yang baik, dan jangan lo sakitin dia…” ucap fanny lagi ke andre. “tapi sayangnya fan, dia sudah gak mau ketemu gue lagi dan besok rencananya gue mau berangkat ke Austalia, gue mau lanjutin study gue di sana saja, gue gak bisa fan, lihat lisa benci sama gue dan membuat dia semakin sakit saja.” Jelas andre. “gue bakalan bantu elo kok” ucap fanny. Dan fanny memutuskan untuk menjadi temannya andre saja, dia sekarang mengerti, cinta tak bisa dipaksakan, cinta andre hanya buat lisa saja, dan cinta lisa hanya buat andre saja. “lisa tunggu…” pangil fanny. “fanny?” ucap amel yang kebetulan ada bersama lisa. “ehhh gue sudah putus sama andre..” ucap fanny. “haa putus, tapi kenapa?” Tanya lisa. “yahh gue putus sama andre karena, karena lo lis…” ucap fanny, dengan pura pura sinis sama lisa, “gue? Tapi gue kan?” ucap lisa dengan mulai merasa bersalah. “iya, elo, lisa gue tau tau kok perasaan lo sebenarnya ke andre gimana?” ucap fanny. “maafin gue ya, gue selama ini, gak bisa jadi sahabat baik lo, gue tau elo sayang banget kan sama andre? Dan andre juga sayang banget sama elo?” jelas fanny. “gue, gue gak suka kok sama andre, hehehee gue kan. Gueeee” ucap lisa dengan sedikit gugup. “hhhmm elo jangan bohong lagi sama gue, dari SMA kan elo emang sudah naksir andre, tapi elo sembunyiin dari gue semuanya, karena elo mau menajaga perasaan gue, gue tau kok semuannya, amel lo juga tau kan?” ucap fanny. “hehehehe, itu gue, tapi lisa mau membuang perasaannya demi lo kok fan…?” sambung amel. “kalian memang sahabat terbaik gue, tapi gue sudah memutuskan kalau gue mau elo lis sama andre harus bisa sama sama. Sekarang gue Tanya sekali lagi sama lo lis lo sayang kan sama andre? Sebelum terlambat lis?” ucap fanny tegas terhadap lisa. “iya gue sayang sama andre, tapi maksud lo terlambat apa?” jawab lisa. Dan bingung dengan ucapan fanny. “jam 11 siang ini andre akan berangkat ke Australia, katanya dia akan melajutkan studynya di sana.” Jelas fanny. “ayoo lis elo kejar dia dan hentikan dia, supaya dia gak pergi dari sini…” ucap fanny. Tanpa berpikir lagi lisa langsung pergi ke bandara. “ayolah ndre lo jangan tingalin gue…” batin lisa dalam taksi. “kok berhenti pak? Kita kan belum sampai?” Tanya lisa yang semakin panik, karena tinggal 10 menit lagi jam 11. “maaf mba taksinya mogok.” Jawab pak supir. “ya Tuhan…” mengeluh lisa, “naik ojek saja mba, itu ada ojek…” saran pak supir. Lisa pun akhirnya naik ojek sampai bandara, tapi sayang sampainya ia di bandara jam sudah menujukan pukul dan dia sudah terlambat… Lisa terus berlari namun dia menyerah dan terjatuh. “andre…” teriak lisa, Lisa tak peduli berapa banyak yang melihatnya saat itu. “aandre jangan pergi, gue mohon…” ucap lisa pelan dan menagis. “gue gak pergi kok,” sambung andre yang ternyata ada di belakang lisa. “andre? Andre… Elooo…?” ucap lisa berdiri melihat andre di belakangnya. “pesawat gue dipending satu jam, dan elo?” ucap andre. “gue… gue… ehhh lo mau ke mana?” ucap lisa yang sudah merasa malu karena tingkahnya yang barusan.. “ehhh kenapa? Elo mau menghentikan gue dan bilang andre jangan tingalin gue yah… pliisss?” ucap andre meniru kelakuan lisa dan membuat lisa salah tingkah. “enga kok, kalau elo mau pergi ya sudah pergi saja sana. Gue mau balik saja…” ucap lisa yang sudah salah tingkah. “tunggu…” Ucap andre memegang tanga lisa. “ape lo serius ingin gue pergi dari hidup lo?” Tanya andre yang mulai serius dengan ucapannya. “aku, aku… sebenarnya gue gak mau lo pergi, dan gue…” ucap lisa terp[utus. Sekejap andre langsung memeluk lisa di tengah banyak orang. “gue tau elo pasti ke sini, ” ucap andre. “gue… Maafin atas ucapan gue waktu itu, gue gak maksud…” ucap lisa balik dalam pelukan andre. “gue tau itu tidak dalam hati lo,” sambung andre meleaps pelukannya. “lisa, gue sayang sama lo, dan gue mencintai lo…” Ucap andre di depan lisa. “gue juga sayang sama lo ndre, gue juga cinta sama lo.” balas lisa, “apa lo beneran akan pergi? Dan…” “gue gak akan ninggalin lo, gue akan tetap di sini buat lo…” jelas andre. Andre langsung memeluk lisa lagi, dan dari arah lain fanny, amel benny dan tommy datang. “ehhh jadi sudah resmi nih…” goda fanny… “fanny…? Kalian?” ucap lisa. “gue sudah bialng sama andre tadi elo akan ke sini nyusul dia, dan pesawat andre itu sudah berangkat dari tadi, dia membatalkan kepergiannya demi elo lis.” Ucap fanny menjelaskan. “Jadi kamu bohongin aku yah…” ucap lisa ke andre. “ehhh heehehe” andre hanya bisa tertawa melihat tingkah lisa. “andre sayang banget sama lo lis, gak mungkin lah andre nyerah gitu aja buat dapatin lo? Dan kalian memang pasangan yang serasi kok…” ucap fanny lagi. “dan ehhhmm jadi, elo single dong fan…?” ucap tommy mendadak. “fan elo mau gak jadi pacar gue?” ucap tommy menembak fanny. “haaaaaa gue.. gue…” ucap fanny gugup “Sudah terima aja fan…” Sambung amel.. “iya aku mau…” Ucap fanny. Cerpen Karangan Merry Adc Blog / Facebook Merry Rapar / Maria Merry Rapar Cerpen Antara Sahabat Dan Cinta Part 2 merupakan cerita pendek karangan Merry Adc, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Sahabat Atau Musuh Oleh Sri Ambar Terasa hariku tak pernah dipenuhi dengan namanya kasih sayang yang tulus. Mereka hanya memanfaatkan apa yang aku miliki. Aku tau dan aku pun sangat mengertikan hal itu. Tak ada Karena Kita Adalah Sahabat Oleh Sellanisa Salsabilla Namaku Ragatha abraham. Remaja perempuan kelas 3 SMP di salah satu sekolah negeri yang ada di Jakarta. Kata teman-temanku aku mempunyai sifat seperti laki-laki, pemberani, jahil, namun emosian. Aku Bertahan Hidup Oleh Anggi Ahmad Fauzi Berpetualang memang menyenangkan, tapi sepertinya petualangan yang berbau kematian, sebaiknya dijauhkan saja, seperti cerita berikut ini. Cerita ini berkisahkan tentang 3 orang anak remaja yang tak sengaja memasuki hutan Good Day Oleh Bila Langit begitu mendung hari ini, beberapa orang mungkin akan memilih tetap berada di rumahnya. Tapi tidak dengan seorang gadis cantik yang sedang berlari di pinggir jalan itu, di tangannya Keep Friends Oleh Windi Disebuah sekolah yang cukup megah, tepatnya Seoul Internasional High School. Terlihat Dua orang dengan senyum yang terpampang di wajahnya memasuki gerbang sekolah tersebut, sesekali keduanya tertawa dengan riangnya ditengah “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
0% found this document useful 0 votes25 views2 pagesDescriptionCerpen Antara Sahabat Dan Cinta Oleh Nadlrotul MagvirohCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes25 views2 pagesCerpen Antara Sahabat Dan CintaDescriptionCerpen Antara Sahabat Dan Cinta Oleh Nadlrotul MagvirohFull descriptionJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
cerpen antara sahabat dan cinta