Tidakhanya Indonesia saja yang mempunyai musik dangdut. Negara Spanyol juga mempunyai musik dangdut! Setelah ditelusuri, musik dangdut Spanyol merupakan aliran musik pop flamenco. Flamenco sendiri merupakan suatu aliran musik dan dansa yang berasal dari Spanyol bagian selatan (Andalusia) yang muncul pertama kali di abad 18 (tahun 1700-an). Jawaban(1 dari 5): Mohon maaf karena saya tidak terlalu paham dunia musik, apalagi dangdut, jadi saya jawab menurut pemikiran saya. Menurut saya mengapa musik dangdut tidak termasuk ke dalam jenis musik tradisional karena memang alat musik yang digunakan tidak 100% menggunakan alat musik tradisi Musikdangdut adalah salah genre musik yang kepopuleran sudah bukan hanya di Indonesia saja, tetapi sudah mencapai mancanegara. Selain itu, musik dangdut merupakan genre musik yang memiliki unsur, Melayu, Arab, dan Hindu. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa kebudayaan yang cukup besar memengaruhi musik dangdut adalah budaya Melayu dan budaya cash. Musik bagi sebagian orang adalah identitas diri. Karenanya, mereka memilih jenis musik tertentu sesuai dengan konsep diri masing-masing. Musik, di lain pihak, memiliki citra yang terbangun dari waktu ke waktu. Dangdut, misalnya. Pada suatu ketika, genre ini dianggap musik kampungan. Kini, image itu perlahan-lahan memudar menyusul beberapa musisi dangdut yang berhasil diterima kalangan atas. Kata dangdut berasal dari suara alat musik gendang yang berbunyi "dang" dan "ndut." Pada awal 1970-an, sebuah artikel majalah menjelaskan, nama musik ini juga dikatakan sebagai sebutan sinis bagi bentuk musik melayu. Waktu itu, musik jenis ini sangat populer di kalangan masyarakat kelas pekerja. Dangdut berkembang dari akar musik Melayu sekitar 1940-an. Musik tersebut kemudian dilebur menjadi suatu jenis musik kontemporer yang banyak terpengaruh unsur musik India dan Arab. Pada perkembangan selanjutnya, dangdut terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain. Mulai dari keroncong, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music. Pada 1950 hingga 1960-an banyak berkembang orkes Melayu di Jakarta dan memainkan lagu-lagu Melayu Deli, Sumatra. Di masa inilah, unsur musik India masuk ke tubuh musik Melayu dan melahirkan cikal bakal musik dangdut. Perkembangan dunia perfilman dan situasi politik saat itu yang anti-Barat membuat mudah musik dangdut berkembang. Sejumlah tokoh dari jenis musik ini adalah P. Ramlee dari Malaysia, Said Effendi dengan lagu Seroja, Ellya Khadam dengan gaya panggung seperti penari India, Husein Bawafie sang pencipta tembang Boneka dari India, Munif Bahaswan, serta M. Mashabi pencipta skor film Ratapan Anak Tiri. Tak lama kemudian, masuk pula pengaruh musik rock dari Barat yang kala itu identik dengan suara gitar listrik. Perubahan ini ditandai dengan lahirnya Soneta Group pimpinan Rhoma Irama. Musik dangdut pun memasuki era modern. Saat itu terjadilah persaingan musik rock dan dangdut untuk merebut pasar musik Indonesia. "Perseteruan" rock dan dangdut ini ditandai pula dengan adanya konser duel antara Soneta Grup dan kelompok musik rock God Bless. Seperti disebutkan di atas, pada perkembangannya musik jenis dangdut memang dikenal mudah menerima segala unsur musik lain. Hingga lahirlah subgenre dangdut seperti rock-dut hasil campuran dangdut dan rock. Ada pula pop dangdut hingga house music dangdut. Semuanya memiliki perbedaan, baik dari tempo, ketukan nada dan lain-lain. Dangdut dikenal hingga kini karena kesederhanaan dan kelugasan musik serta lirik yang diusung. Karakter ini memang cocok untuk kalangan masyarakat bawah sehingga dangdut mendapat tempat di hati mereka. Namun, kini keberadaan jenis musik dangdut telah diakui hingga masyarakat kalangan atas. Dalam perjalanan hingga sekarang, dangdut terus memperbaiki imagenya. Mulai dari segi musik dan aksi panggung para musisi dan penyanyi dangdut di atas pentas, hingga cara berpakaian dan berjoget dangdut. Mereka terlihat lebih elegan saat ini. Hasilnya, kini dangdut bisa dinikmati berbagai lapisan masyarakat Tanah Air. Sejumlah artis dan musisi genre musik selain dangdut kini mencoba memadukan pijakan musik mereka dengan dangdut. Ada yang menciptakan lagu dangdut, menyanyikan lagu dangdut, sampai berpindah haluan musik ke dangdut, contohnya adalah penyanyi Denada. Denada adalah seorang penyanyi pop sekaligus rap yang merubah aliran musiknya menjadi dangdut. Bisa jadi karena kecintaannya terhadap musik jenis ini. Grup musik Project Pop, Slank, hingga Dewa 19 pun tidak segan-segan menyanyikan lagu dangdut dengan lantang. Hal ini semakin membuktikan dangdut yang makin membumi. Tidak tanggung-tanggung, musik yang katanya kampungan dan untuk kalangan bawah ini sudah merambah Amerika. Di gelaran bertajuk Dangdut In America ini, seorang pemenang telah terpilih. Pria berkulit hitam asal Amerika Serikat, Arreal Hank Tilghman menjuarai hajatan dangdut tersebut. Kemenangannya ini sekaligus membukukan rekor penyanyi dangdut asing asal Amerika pertama. untuk itu, ia diganjar penghargaan dari MURI atas prestasi yang diukir di ajang tersebut. Hal ini juga membuktikan bahwa dangdut kini diterima berbagai kalangan bahkan mendunia.Bjk* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Musik dangdut adalah kombinasi antara musik melayu dan musik india, lalu musik ini berkembang dan menghadirkan dengan ciri khasnya yang berbeda dengan musik melayu. Ciri khas musik dangdut ini yaitu menggunakan alat musik tabla, sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan suara ndut. Musik Dangdut memiliki irama yang ringan, inilah yang membuat penyanyi dan penikmat musik ini untuk menggoyangkan anggota badannya. Musik dangdut sangat mudah diterima masyarakat karena liriknya yang sederhana sehingga mudah dicerna. Musik Dangdut yang merupakan seni kontemporer yang semakin dikenal masyarakat seiring perkembangan jaman. Pada awalnya dangdut dikenal dengan seni musik untuk kalangan kelas bawah dan memang aliran seni musik dangdut ini adalah cerminan dari kondisi masyarakat kelas bawah yang memiliki ciri khas kelugasan dan kesederhaannya. Di awal tahun 2000-an seiring kejenuhan dengan musik dangdut asli membuat para musisi dangdut di daerah Jawa Timur mulai memberikan inovasi musik dangdut yang lebih segar yaitu seni musik dangdut Koplo. Dan karena kreatifitas para Musisi Dangdut Jawa Timur-an inilah hingga sekarang ini musik dangdut koplo yang khas dengan gaya jingkrak pada setiap goyangan penyanyi. Dangdut koplo ini saat ini dikenal luas dan banyak digemari oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Sayangnya, banyak masyarakat yang memang kurang menyetujui musik dangdut koplo sekarang banyak beredar di masyarakat karena aksi panggung yang sering berbau seronok atau kurang sopan, baik dari para pemusik maupun penyanyinya, sehingga mengundang aksi yang negatif juga dari para penonton. Belum lagi tema-tema lagu yang mulai melenceng dari batas kesopanan, yang tidak hanya membahas tentang percintaan namun bahkan ada bahasan tentang anjuran berselingkuh, dan hal-hal kurang sopan lain yang dianggap tak pantas jika didengar atau dinyanyikan oleh lapisan masyarakat dengan rentang umur anak-anak sampai remaja. Namun memang tidak bisa dipungkiri bahwa pada era sekarang ini musik dangdut telah menjangkau semua lapisan masyarakat mulai dari kelas bawah hingga kalangan menengah keatas. Bahkan saat ini telah memasuki dunia hiburan diskotik yang menjadikan dangdut sebagai menu musik setiap hari. Banyaknya ajang kompetisi dangdut baik secara on screen maupun off screen menunjukkan bahwa tak hanya orang dewasa yang mahir bernyanyi dangdut dengan cengkok khasnya yang bisa dikatakan sulit tersebut. Namun kenyataannya banyak anak-anak dan remaja yang mampu juga melakukannya. Hal ini menunjukkan bahwa musik dangdut merupakan musik rakyat, yang bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat Indonesia, walaupun banyak aliran atau warna musik baru yang mulai berdatangan ke Indonesia saat ini. Nah, demikianlah penjelasan tentang musik dangdut yang sesungguhnya adalah salah satu kekayaan seni milik bangsa Indonesia yang wajib kita banggakan dan jaga dengan baik, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita. Dangdut merupakan salah satu dari genre musik populer tradisional Indonesia yang di dalamnya terkandung unsur-unsur musik Hindustani India Utara, Melayu, dan Arab. Dangdut memiliki ciri khas pada dentuman tabla alat musik perkusi India dan gendang.[2][3] Dangdut juga sangat dipengaruhi dari lagu-lagu musik tradisional India dan Bollywood. DangdutSumber aliranHindustani, Melayu, Arab, patrol, gamelan, rok, pop, houseSumber kebudayaanTh. 1970-an Melayu, IndonesiaAlat musik yang biasa digunakanTabla dapat diganti dengan ketipung, drum set, suling, tamborin, gitar akustik atau elektrik, mandolin, bass, saksofon, terompet, kibor, dll.[1]SubgenreDangdut "asli" Rhoma Irama, Meggy Z, Elvy SukaesihKoplo Jawa Timur, Jawa Tengah & YogyakartaJaranan dangdut Nganjuk & BanyuwangiDangdut rampak/Calung Jawa Barat & BantenDangdut gondang Sumatra UtaraDangdut tarling Cirebon & KuninganDangdut HouseDangdut TeknoDangdut elektro Sulawesi Selatan, Aceh & Sumatra BaratPopdutRokdutReggae dangdutGenre campuran fusionCongdutCampursariFunkotVersi regionalDangdut di MalaysiaTopik lainnyaMusik Indonesiapop Indonesiapop Melayu Sebuah pertunjukan musik dangdut modern di Plaza Surabaya. Awalnya musik dangdut dikenal dengan nama "orkes Melayu". Kemudian, dangdut dipengaruhi musik India melalui film Bollywood yang dibawakan oleh Ellya Khadam dengan lagu "Boneka India", sehingga terlahir sebagai Dangdut pada tahun 1968 dengan tokoh utama Rhoma Irama. Dalam evolusi menuju bentuk musik kontemporer, sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India terutama dari penggunaan tabla dan Arab pada cengkok dan harmonisasi. Perubahan arus politik Indonesia pada akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rok, reggae, pop, bahkan musik dansa elektronik house dll.[1] "Dangdut rohani" dapat dianggap sebagai arah lirik khusus misalnya, album Haji oleh Rhoma Irama. Pengaruh India juga sangat kuat didalam genre musik dangdut ini, melainkan dari gaya harmoni dan instrumen, juga dipopulerkan dengan lagu-lagu dangdut klasik yang bertema India yang dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi dangdut populer seperti Rhoma Irama dengan lagunya yang berjudul Terajana, Mansyur S. dengan lagunya yang berjudul Khana, Ellya Khadam dengan lagu Boneka India dan Via Vallen dengan lagu berjudul Sayang menjadikan musik dangdut lebih dikenal lagi saat ini. Dangdut sebenarnya telah menjadi musik rakyat di Indonesia dan mengungguli aliran musik lain dalam popularitas[2][3] orang-orang suka menyanyikan lagu-lagunya dengan karaoke, baik untuk diri sendiri maupun saat perayaan se-keluarga, pegawai di kantor-kantor pemerintahan pusat melakukan senam dengan musiknya sebelum mulai bekerja, dan sebagainya. Selain di Indonesia dangdut cukup popular pula di Malaysia, meliputi sejumlah nama pedangdut dari Indonesia.[4][5]

musik dangdut merupakan perkembangan dari musik tradisional